Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Kepegawaian menyelenggarakan acara Festival Seni dan Olahraga Tahunan yang meriah pada akhir pekan ini. Kegiatan yang dinamis dan penuh warna ini menjadi platform bagi ribuan mahasiswa untuk menampilkan bakat seni budaya serta kemampuan atletik mereka di hadapan komunitas akademik kampus dan masyarakat luas.
Bertempat di lapangan olahraga utama Universitas Muhammadiyah Kendari dan dilanjutkan di gedung serbaguna kampus, festival berlangsung selama tiga hari penuh dengan rangkaian pertandingan olahraga, pertunjukan seni, pameran budaya, dan berbagai lomba kreatif. Inisiatif ini mencerminkan komitmen universitas dalam mengembangkan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berbakat di bidang seni, budaya, dan kebugaran.
Latar Belakang dan Visi Penyelenggaraan
Program Festival Seni dan Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan tradisi tahunan yang telah berlangsung selama lima tahun berturut-turut. Menurut informasi resmi dari Unit Kepegawaian, acara ini dirancang khusus untuk memberikan wadah ekspresi mahasiswa dalam mengembangkan potensi non-akademik mereka. Festival ini juga menjadi sarana untuk memperkuat bonding antarunit kerja di kampus, termasuk dosen, tenaga kependidikan, dan berbagai departemen yang ada di universitas.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar olahraga dan hiburan, melainkan bagian integral dari pengembangan karakter mahasiswa Muhammadiyah,” jelas Drs. Ahmad Ridho, Kepala Unit Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada hari pertama festival. “Kami percaya bahwa mahasiswa yang berkembang holistik akan menjadi lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan masyarakat yang kompleks.”
Lebih lanjut, Kepala Unit Kepegawaian menekankan bahwa festival ini juga menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk membangun jaringan sosial yang lebih luas, belajar tentang kolaborasi tim, dan mengasah skill kepemimpinan melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan.
Ragam Pertandingan Olahraga yang Diselenggarakan
Festival Seni dan Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari menampilkan beragam cabang olahraga yang kompetitif dan menghibur. Adapun cabang olahraga yang dilombakan mencakup sepak bola, bola voli putra dan putri, badminton, tenis meja, basket, catur, dan cabang olahraga tradisional seperti pencak silat.
Pertandingan sepak bola menjadi salah satu highlight utama festival, dengan partisipasi dari sepuluh tim yang mewakili berbagai fakultas dan program studi di universitas. Dalam babak pembukaan, tim dari Fakultas Teknik berhasil meraih kemenangan 3-1 melawan tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menunjukkan tingkat kompetitisi yang cukup ketat dan profesional.
“Persiapan kami dimulai sejak dua bulan sebelumnya. Kami melatih skuat secara rutin untuk memastikan performa terbaik di festival ini,” ungkap Budi Santoso, Ketua Tim Sepak Bola Fakultas Teknik, dengan antusias. “Selain kompetisi, kami juga menghargai semangat persahabatan dan sportivitas di antara peserta dari berbagai fakultas.”
Cabang bola voli juga mencuri perhatian dengan pertandingan yang seru. Tim putri Fakultas Pendidikan menunjukkan performa cemerlang dengan kemenangan 2-0 di babak penyisihan, sementara tim putra dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial saling bersaing ketat di setiap set pertandingan.
Adapun cabang olahraga lain seperti badminton menampilkan lebih dari 40 peserta yang bertanding dalam kategori single dan double, baik untuk kalangan mahasiswa maupun tenaga kependidikan universitas. Pencak silat sebagai olahraga tradisional juga mendapat sambutan luar biasa dengan partisipasi dari klub pencak silat Universitas Muhammadiyah Kendari yang telah meraih berbagai prestasi di tingkat nasional.
Pertunjukan Seni dan Budaya yang Memukau
Tidak kalah meriah dengan kompetisi olahraga, aspek seni dan budaya dalam festival ini menampilkan keragaman ekspresi kreatif mahasiswa. Panggung utama di gedung serbaguna kampus menjadi saksi berbagai pertunjukan menakjubkan dari seniman-seniman muda Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara menjadi pembuka yang spektakuler. Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Seni menampilkan tari Poco-Poco modern yang dikombinasikan dengan gerakan kontemporer, menciptakan harmoni sempurna antara tradisi dan inovasi. Kostum yang meriah dan musik yang energik membuat penonton seolah-olah terbawa dalam suasana perayaan meriah di tanah Sulawesi.
Selanjutnya, paduan suara mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memeriahkan panggung dengan menyanyikan lagu-lagu populer dan lagu wajib nasional Indonesia dengan harmoni yang indah. “Kami telah berlatih selama berbulan-bulan untuk memberikan penampilan terbaik. Setiap anggota paduan suara memberikan komitmen penuh untuk menciptakan harmoni yang sempurna,” jelas Siti Nurhaliza, Ketua Paduan Suara Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pertunjukan musik live dari berbagai band mahasiswa juga menjadi daya tarik utama. Band indie kampus “Kendari Sound” menampilkan beberapa lagu original yang ditangkap dengan antusias oleh ribuan penonton yang memadati halaman depan gedung serbaguna. Gitaris utama band, Reza Pratama, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika, mengungkapkan kegembiraan dapat tampil di festival ini.
“Festival ini memberikan kesempatan emas bagi band kami untuk memperkenalkan karya-karya original kepada publik yang lebih luas. Kami berharap bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya di bidang seni musik,” katanya penuh harapan.
Pameran karya seni visual juga menjadi bagian penting dari festival. Lebih dari 60 karya seni rupa dari mahasiswa Program Studi Seni Rupa dipajang di galeri sementara yang didirikan khusus. Lukisan, patung, fotografi, dan karya seni digital ditampilkan, menunjukkan kreativitas dan kedalaman artistik generasi muda Universitas Muhammadiyah Kendari.
Komitmen Unit Kepegawaian dalam Mendukung Pengembangan Mahasiswa
Dr. Ahmad Ridho, Kepala Unit Kepegawaian, kembali menekankan peran penting departemennya dalam memfasilitasi pengembangan holistik mahasiswa. Menurut beliau, Unit Kepegawaian tidak hanya mengelola aspek administratif dan SDM kampus, tetapi juga berperan aktif dalam mengorganisir berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa di luar kelas.
“Unit Kepegawaian kami memiliki divisi khusus yang menangani program pengembangan mahasiswa. Kami percaya bahwa investasi dalam pengembangan potensi mahasiswa adalah investasi jangka panjang untuk masa depan universitas dan masyarakat,” jelas Dr. Ahmad Ridho dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa setiap tahunnya anggaran untuk festival seni dan olahraga terus ditingkatkan untuk memberikan fasilitas dan penghargaan yang lebih baik bagi para peserta. “Tahun ini kami mengalokasikan dana lebih besar untuk hadiah, sertifikat, dan bantuan operasional, karena kami ingin setiap peserta merasa diapresiasi,” tambahnya.
Apresiasi dan Penghargaan untuk Para Peserta
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan performa para peserta, panitia festival menyiapkan berbagai hadiah menarik baik dalam kategori olahraga maupun seni. Juara pertama setiap cabang olahraga mendapatkan piala, medali, dan uang tunai sebagai hadiah utama. Sementara itu, penampilan seni terbaik akan mendapatkan penghargaan khusus dari pimpinan universitas.
Tidak hanya itu, setiap peserta juga akan menerima sertifikat partisipasi yang dapat menjadi bagian dari dokumen prestasi mereka selama menjalani perkuliahan. “Sertifikat ini mencerminkan komitmen dan dedikasi mereka dalam mengembangkan potensi non-akademik. Hal ini akan bermanfaat ketika mereka melamar kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” terang Dwi Handoko, Sekretaris Unit Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dampak Positif Festival bagi Ekosistem Kampus
Festival Seni dan Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari memberikan dampak positif yang nyata bagi ekosistem kampus. Pertama, kegiatan ini meningkatkan sense of belonging mahasiswa terhadap institusi. Dengan berkesempatan menampilkan bakat dan kemampuan mereka di panggung yang besar, mahasiswa merasa lebih dekat dengan universitas dan komunitas akademiknya.
Kedua, festival ini menjadi ajang pengembangan soft skill yang sangat berharga. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan, mahasiswa belajar tentang teamwork, leadership, communication, dan problem solving—semua kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern.
Ketiga, festival ini memperkuat jalinan silaturahmi antarunit di kampus. Keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, dan berbagai departemen dalam menyelenggarakan festival menciptakan kolaborasi yang harmonis dan meningkatkan sense of community di lingkungan universitas.
Keempat, festival ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar kampus. Dengan membuka undangan kepada masyarakat umum untuk hadir menonton festival, Universitas Muhammadiyah Kendari berkontribusi pada pengembangan budaya dan seni lokal di daerah Kendari.
Harapan dan Proyeksi ke Depan
Dr. Ahmad Ridho menyatakan optimisme bahwa festival seni dan olahraga akan terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang semakin meriah di Universitas Muhammadiyah Kendari. “Ke depannya, kami ingin ekspansi festival ini, tidak hanya melibatkan mahasiswa tetapi juga melibatkan alumni, mitra industri, dan institusi pendidikan lain di Sulawesi Tenggara,” paparnya dengan visi yang jangka panjang.
Beliau juga mengungkapkan harapan agar prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di bidang seni dan olahraga dapat diangkat ke tingkat provinsi dan nasional. “Kami memiliki talenta-talenta cemerlang yang layak berkompetisi di level yang lebih tinggi. Unit Kepegawaian akan terus mendukung dan memfasilitasi mereka untuk meraih pencapaian yang lebih gemilang,” tambahnya dengan penuh semangat.
Penutup
Festival Seni dan Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari yang diselenggarakan pada akhir Maret 2026 ini mencerminkan komitmen kuat universitas dalam mengembangkan mahasiswa secara menyeluruh. Melalui inisiatif Unit Kepegawaian, mahasiswa diberikan kesempatan emas untuk menampilkan potensi seni dan atletik mereka di hadapan komunitas yang luas.
Dengan partisipasi ribuan mahasiswa, kolaborasi berbagai unit, dan dukungan penuh dari pimpinan universitas, festival ini bukan sekadar acara hiburan semata, melainkan investasi nyata dalam pembentukan karakter dan kompetensi generasi muda yang akan memimpin masa depan. Semoga festival ini terus berlanjut dan berkembang, menjadi tradisi bermakna yang memperkaya aset intelektual dan budaya Universitas Muhammadiyah Kendari.