Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Kepegawaian secara resmi mengumumkan peluncuran program beasiswa dan bantuan pendidikan yang komprehensif pada tanggal 5 April 2026. Inisiatif ini merupakan komitmen nyata institusi pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mahasiswa berprestasi dan mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi.
Program beasiswa yang diluncurkan kali ini mencakup berbagai kategori, mulai dari beasiswa penuh hingga bantuan parsial, dengan total alokasi dana mencapai 2,5 miliar rupiah untuk tahun akademik 2026/2027. Kebijakan ini menunjukkan dedikasi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mewujudkan visi menjadi institusi pendidikan yang inklusif dan memberikan peluang kesuksesan yang setara bagi semua mahasiswa.
Menurut informasi yang diperoleh dari Unit Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Kendari, program ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata mahasiswa di era kontemporer. Dengan menghadirkan berbagai jalur beasiswa, universitas bertujuan untuk mengurangi beban finansial yang sering menjadi hambatan bagi calon mahasiswa berbakat namun kurang mampu secara ekonomi.
Jenis-Jenis Beasiswa yang Ditawarkan
Universitas Muhammadiyah Kendari menawarkan enam kategori utama beasiswa dalam program ini. Pertama adalah Beasiswa Penuh Akademik untuk mahasiswa dengan rata-rata nilai akademik minimal 3,5 dari skala 4,0. Kategori ini memberikan pembiayaan penuh untuk biaya pendaftaran, uang kuliah, dan tunjangan bulanan sebesar 500 ribu rupiah.
Kedua, Beasiswa Parsial Kurang Mampu yang dikhususkan bagi mahasiswa dari keluarga dengan penghasilan per bulan di bawah 2 juta rupiah. Program ini menanggung hingga 75 persen dari total biaya pendidikan, dengan syarat mahasiswa menunjukkan prestasi akademik minimal 2,75.
Ketiga adalah Beasiswa Prestasi Non-Akademik untuk mahasiswa yang berprestasi di bidang olahraga, seni, dan kegiatan mahasiswa lainnya. Beasiswa ini memberikan dukungan finansial sebesar 50 persen dari total biaya kuliah per semester, diikuti dengan insentif tambahan untuk prestasi internasional.
Keempat, Program Bantuan Uji Kompetensi yang menyediakan dana untuk mahasiswa yang ingin mengikuti sertifikasi profesional dan uji kompetensi di bidangnya masing-masing. Alokasi dana mencapai 3 juta rupiah per mahasiswa dengan prioritas diberikan kepada mahasiswa semester akhir.
Kelima adalah Beasiswa Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan untuk mahasiswa yang aktif melakukan riset atau karya ilmiah. Program ini menyediakan dana hingga 10 juta rupiah untuk mendukung penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keenam, Program Bantuan Kesehatan dan Asuransi Mahasiswa yang merupakan bentuk perlindungan sosial menyeluruh. Setiap mahasiswa penerima beasiswa akan mendapatkan asuransi kesehatan yang menanggung biaya kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan universitas.
Mekanisme Seleksi dan Persyaratan
Kepala Unit Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., menjelaskan bahwa proses seleksi beasiswa dilakukan secara transparan dan objektif melalui tim independen yang terdiri dari perwakilan akademik, administrasi, dan mahasiswa.
“Kami memastikan setiap calon penerima beasiswa melalui verifikasi data yang ketat. Tim kami akan mengecek latar belakang finansial, prestasi akademik, dan kondisi sosial masing-masing pelamar. Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan memastikan beasiswa sampai ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Dr. Bambang Sutrisno saat konferensi pers di Ruang Utama Rektorat pada Kamis, 5 April 2026.
Persyaratan umum untuk mengajukan beasiswa adalah sebagai berikut: pertama, mahasiswa harus terdaftar sebagai mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Kendari minimal satu semester. Kedua, mahasiswa tidak menerima beasiswa dari sumber lain secara bersamaan, kecuali untuk Program Bantuan Uji Kompetensi. Ketiga, mahasiswa harus memiliki rekam jejak akademik dan perilaku yang baik, dengan tidak memiliki catatan pelanggaran akademik atau disiplin yang berat.
Keempat, bagi kategori Beasiswa Kurang Mampu, calon penerima harus melampirkan surat keterangan penghasilan keluarga dari kelurahan tempat tinggal dan kartu keluarga asli. Kelima, mahasiswa diharuskan aktif dalam kegiatan akademik atau ekstrakurikuler selama menerima beasiswa. Keenam, penerima beasiswa harus bersedia menjadi duta program beasiswa dan membantu promosi program ini kepada calon mahasiswa baru.
Pendaftaran beasiswa dibuka mulai tanggal 10 April 2026 hingga 30 Mei 2026 melalui portal elektronik universitas dan dapat juga dilakukan secara offline di kantor Unit Kepegawaian yang berlokasi di lantai dua gedung Rektorat.
Dampak Positif terhadap Aksesibilitas Pendidikan
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. H. Ruslan Hakim, S.E., M.M., menekankan bahwa program beasiswa ini sejalan dengan misi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memberikan pendidikan berkualitas yang terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap orang, bukan hanya monopoli mereka yang mampu secara finansial. Dengan program beasiswa ini, kami membuka pintu lebih lebar bagi talenta-talenta muda dari berbagai latar belakang ekonomi untuk mengembangkan potensi mereka di institusi pendidikan kami,” kata Dr. Ruslan Hakim dalam sambutan resminya.
Berdasarkan data dari Unit Kepegawaian, pada tahun akademik 2025/2026 lalu, universitas telah memberikan beasiswa kepada 487 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program diploma hingga pascasarjana. Dengan peluncuran program beasiswa yang lebih komprehensif ini, diperkirakan jumlah penerima beasiswa akan meningkat menjadi minimal 650 mahasiswa pada tahun akademik 2026/2027.
Peningkatan ini diharapkan dapat mengurangi tingkat putus sekolah mahasiswa yang disebabkan oleh faktor ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran karena mahasiswa dapat fokus pada studi tanpa terbebani oleh kekhawatiran finansial.
Testimoni Mahasiswa Penerima Beasiswa
Siti Nurhaliza, mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang merupakan penerima Beasiswa Penuh Akademik tahun lalu, berbagi pengalamannya tentang bagaimana beasiswa mengubah hidupnya.
“Saya berasal dari keluarga kurang mampu di perbukitan Konsel. Jika tidak ada beasiswa ini, saya tidak akan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berkat dukungan ini, saya bisa fokus belajar dan aktif dalam organisasi kampus tanpa harus khawatir tentang biaya kuliah. Saya sudah meraih prestasi akademik tertinggi di angkatan saya dan bermimpi untuk menjadi dosen dan kembali memberikan kontribusi kepada komunitas lokal saya,” ujar Siti dengan mata yang berbinar.
Sementara itu, Muhammad Rizki Pratama, mahasiswa semester VI Program Studi Teknik Informatika yang menerima Beasiswa Prestasi Non-Akademik karena prestasinya dalam kompetisi programming tingkat nasional, juga memberikan perspektif berbeda.
“Beasiswa ini tidak hanya membantu saya secara finansial, tetapi juga memberi motivasi untuk terus berprestasi. Saya mendapat dukungan penuh dari universitas untuk mengikuti kompetisi internasional, dan hasilnya saya berhasil meraih penghargaan di ajang Asia-Pacific Programming Championship tahun lalu. Kesempatan ini tidak akan aku miliki tanpa program beasiswa yang dirancang untuk mendukung prestasi di luar akademik,” kata Rizki dengan antusias.
Kemitraan dan Sumber Dana
Kepala Unit Kepegawaian juga menjelaskan bahwa dana beasiswa ini bersumber dari berbagai saluran. Sebagian besar berasal dari alokasi anggaran operasional universitas yang diprioritaskan untuk kesejahteraan mahasiswa. Namun, universitas juga terus mengembangkan kemitraan dengan berbagai perusahaan, yayasan sosial, dan alumni sukses untuk menambah sumber dana beasiswa.
“Kami telah menjalin kerjasama dengan PT Mitra Bumi Kendari untuk program beasiswa khusus bagi mahasiswa Program Studi Pertambangan dan Geologi. Selain itu, Yayasan Pendidikan Muhammadiyah Sulawesi Tenggara juga mengalokasikan dana khusus untuk beasiswa mahasiswa berprestasi. Kami juga membuka pintu bagi donatur individual yang ingin berkontribusi dalam program ini,” jelas Dr. Bambang Sutrisno.
Dengan pendekatan yang multi-sumber ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berharap dapat meningkatkan dan mempertahankan program beasiswa dalam jangka panjang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mahasiswa dalam waktu yang berkelanjutan.
Penutup dan Harapan Ke Depan
Peluncuran program beasiswa dan bantuan pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 5 April 2026 ini menandai komitmen institusi yang semakin kuat terhadap pemerataan akses pendidikan berkualitas. Di era ketika biaya pendidikan terus meningkat dan disparitas ekonomi menjadi isu sosial yang serius, inisiatif seperti ini menjadi sangat relevan dan penting.
Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari telah menetapkan target ambisius untuk terus mengembangkan program ini. Dalam lima tahun ke depan, universitas merencanakan untuk meningkatkan alokasi dana beasiswa menjadi 5 miliar rupiah per tahun dan menjangkau setidaknya 1.000 mahasiswa di seluruh program studi.
“Program beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi pada masa depan bangsa. Setiap mahasiswa yang kami bantu adalah calon pemimpin, inovator, dan kontributor bagi pembangunan negeri. Kami yakin bahwa dengan memberdayakan mereka melalui pendidikan berkualitas, kami turut berpartisipasi dalam menciptakan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Dr. Ruslan Hakim.
Mahasiswa yang tertarik mengajukan beasiswa dapat menghubungi Unit Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Kendari melalui telepon (0401) 3194000 ext. 125 atau email [email protected]. Panduan lengkap dan formulir aplikasi juga tersedia di website resmi universitas pada halaman www.unmuhkendari.ac.id/beasiswa.
Dengan terus berinovasi dan memperluas program-program pendukung mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua orang, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka. (*)
—
Catatan Redaksi:
Artikel ini ditulis berdasarkan siaran pers resmi Universitas Muhammadiyah Kendari tanggal 5 April 2026 dan wawancara dengan pejabat kampus serta mahasiswa penerima beasiswa.