KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak inovasi di tingkat lokal maupun nasional. Pada awal April 2026 ini, kampus yang berlokasi strategis di pusat kota Kendari kembali mencuri perhatian dengan terungkapnya hasil penelitian inovatif dari kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa yang menunjukkan potensi signifikan untuk mengubah praktik pertanian di Sulawesi Tenggara.
Penelitian yang dilaksanakan selama delapan bulan ini melibatkan tim lintas disiplin ilmu yang terdiri dari dosen dari Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, dan Fakultas Sains serta Teknologi, bersama dengan lebih dari dua puluh mahasiswa dari berbagai program studi. Hasil kerja keras mereka menghasilkan sebuah sistem irigasi pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan penggunaan air dalam praktik pertanian padi di wilayah pesisir Kendari yang kerap menghadapi tantangan kekeringan dan salinitas tanah.
Latar Belakang dan Motivasi Penelitian
Penelitian ini berawal dari identifikasi masalah yang dihadapi petani lokal di sekitar Kendari. Sebagian besar petani di wilayah Sulawesi Tenggara masih menggunakan metode irigasi tradisional yang pemborosan air dan tidak efisien dalam mengelola sumber daya alam yang terbatas. Selain itu, rendahnya tingkat pendapatan petani dan tingginya biaya produksi menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan di daerah ini.
“Kami melihat ada kesenjangan besar antara teknologi pertanian modern yang ada di perkotaan dengan praktik pertanian yang masih konvensional di wilayah pesisir Kendari,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara dengan media massa kampus pada Rabu, 2 April 2026. “Oleh karena itu, kami memandang perlu untuk mengembangkan solusi teknologi yang tidak hanya efektif, tetapi juga terjangkau dan mudah diaplikasikan oleh petani lokal.”
Motivasi ini kemudian diterjemahkan menjadi sebuah proposal penelitian komprehensif yang diajukan ke Unit Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mendapatkan pendanaan internal. Setelah melalui proses review yang ketat, proposal ini mendapatkan persetujuan dan alokasi dana penelitian sebesar empat ratus lima puluh juta rupiah dari anggaran riset tahun 2025-2026.
Deskripsi Inovasi dan Metode Penelitian
Sistem irigasi pintar yang dikembangkan ini dinamai “AquaSmart Sultra” – singkatan dari Aquaculture Smart System for Sulawesi Tenggara. Teknologi ini mengintegrasikan beberapa komponen utama, yakni sensor kelembaban tanah, sensor kadar salinitas, sensor suhu, dan modul kontrol otomatis yang terhubung dengan aplikasi mobile berbasis Android yang memudahkan petani untuk memonitor dan mengatur sistem irigasi dari jarak jauh.
Keunikan dari AquaSmart Sultra terletak pada algoritmanya yang dikembangkan khusus dengan mempertimbangkan kondisi iklim, jenis tanah, dan karakteristik air di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan algoritma machine learning yang terus belajar dari data historis, sistem ini dapat memprediksi kebutuhan air tanaman dengan akurasi mencapai 87 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional yang hanya mengandalkan estimasi visual.
“Kami tidak hanya membuat teknologi yang canggih, tetapi juga memastikan bahwa teknologi ini dapat diakses dan digunakan oleh petani dengan tingkat pendidikan yang bervariasi,” jelas Ir. Siti Nurhaliza, Ketua Tim Peneliti dan Dosen Tetap Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari. “Oleh karena itu, aplikasi mobile kami dirancang dengan antarmuka yang sangat user-friendly dan dilengkapi dengan panduan video tutorial dalam Bahasa Indonesia bahkan Bahasa daerah.”
Tim peneliti melakukan pengujian lapangan selama lima bulan di dua lokasi pilot project – pertama di Kelurahan Kel. Batauga, Kecamatan Kendari, dan kedua di Desa Abeli, Kecamatan Abeli. Kedua lokasi dipilih karena mewakili karakteristik tanah dan kondisi air yang berbeda, sehingga data yang dikumpulkan dapat lebih representatif dan komprehensif untuk kondisi Sulawesi Tenggara secara luas.
Hasil dari pengujian lapangan ini menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 45 persen dibandingkan dengan metode irigasi tradisional yang biasa diterapkan petani setempat. Selain itu, produktivitas padi juga meningkat rata-rata sebesar 23 persen, dengan konsumsi air yang lebih sedikit. Dari sisi ekonomi, penelitian menunjukkan bahwa investasi awal untuk sistem AquaSmart Sultra dapat kembali dalam waktu dua hingga tiga musim tanam, tergantung pada luasan lahan yang diterapkan.
Peran Mahasiswa dalam Penelitian
Aspek yang patut diapresiasi dari penelitian ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap tahapan penelitian, mulai dari persiapan, pelaksanaan lapangan, hingga analisis data dan pembuatan laporan akhir. Lebih dari dua puluh mahasiswa dari program studi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Agroteknologi, dan Ilmu Komputer terlibat langsung dalam proyek ini.
Salah satu mahasiswa yang terlibat adalah Rahmat Doni, mahasiswa tingkat akhir dari Program Studi Teknik Elektro yang menjadi koordinator bidang hardware development. “Penelitian ini memberikan kami pengalaman praktis yang sangat berharga,” ujar Rahmat dengan antusiasme. “Kami tidak hanya belajar dari buku, tetapi langsung turun ke lapangan, berkomunikasi dengan petani, memahami permasalahan mereka, dan kemudian merancang solusi yang benar-benar bermanfaat. Ini adalah pendidikan teknik yang sesungguhnya.”
Mahasiswi lainnya, Putri Salsabila dari Program Studi Agroteknologi, juga menambahkan pengalamannya. “Dalam penelitian ini, saya belajar bagaimana mengintegrasikan pengetahuan agronomis dengan teknologi modern. Saya juga belajar tentang keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial sebagai calon profesional pertanian,” kata Putri dengan percaya diri.
Keterlibatan mahasiswa ini tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan penelitian itu sendiri, tetapi juga merupakan bagian integral dari misi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dan semangat kewirausahaan sosial yang tinggi.
Dukungan dari Unit Kepegawaian dan Administrasi Kampus
Kesuksesan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari Unit Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berfungsi sebagai mediator antara peneliti dan pimpinan universitas untuk pengurusan berbagai aspek administratif dan pendanaan.
“Unit Kepegawaian kami berkomitmen untuk memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian berkualitas tinggi,” ungkap Ibu Nurhayati, Kepala Unit Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan khusus pada acara seminar hasil penelitian yang diselenggarakan pada Kamis, 3 April 2026. “Kami menyediakan berbagai mekanisme, baik dari segi administrasi, pendanaan, maupun fasilitas laboratorium dan lapangan untuk mendukung setiap inisiatif penelitian yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.”
Ibu Nurhayati juga menekankan bahwa penelitian seperti ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi kampus yang tidak hanya sebagai penyedia pendidikan, tetapi juga sebagai agent of change yang berkontribusi nyata pada pembangunan daerah. “Penelitian inovatif seperti ini adalah wujud nyata dari peran kampus dalam memberdayakan masyarakat melalui teknologi dan pengetahuan,” tambahnya.
Dampak dan Prospek ke Depan
Hasil penelitian AquaSmart Sultra telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk dari Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara, beberapa BUMN di bidang agrikultur, serta pihak swasta yang tertarik untuk mengkomersialisasikan teknologi ini. Pada bulan Mei 2026, tim peneliti akan mengikuti kompetisi inovasi nasional di tingkat universitas yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Selain itu, ada rencana untuk memperluas pilot project ke beberapa desa lainnya di Sulawesi Tenggara, dengan dukungan pendanaan dari pemerintah daerah dan organisasi non-pemerintah yang peduli dengan pembangunan pertanian berkelanjutan. Tim peneliti juga sedang menyiapkan proposal untuk pengajuan Hak Cipta dan Paten Sederhana untuk inovasi ini kepada Dirjen Kekayaan Intelektual.
“Jangka panjang, kami ingin AquaSmart Sultra menjadi teknologi yang tidak hanya digunakan di Sulawesi Tenggara, tetapi dapat diadaptasi untuk wilayah-wilayah lain di Indonesia yang memiliki tantangan serupa,” kata Dr. Bambang Sutrisno dengan penuh optimisme.
Penutup
Penelitian inovatif yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan bukti nyata bahwa perguruan tinggi daerah memiliki potensi yang sama besar dengan universitas-universitas di pusat untuk menghasilkan inovasi berkualitas tinggi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin ilmu, komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, dan fokus pada solusi lokal yang dapat disesuaikan dengan konteks regional menjadi kunci kesuksesan penelitian ini.
Ke depannya, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus menjadi katalis inovasi yang memberdayakan masyarakat Sulawesi Tenggara untuk maju bersama melalui pengetahuan dan teknologi yang tepat guna. Penelitian AquaSmart Sultra ini hanya merupakan awal dari banyaknya inovasi yang diharapkan dapat terlahir dari kolaborasi sinergis antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.
—
Catatan Redaksi:
Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dengan pejabat kampus, dosen peneliti, dan mahasiswa peserta penelitian pada tanggal 2-3 April 2026. Data dan informasi dalam artikel telah diverifikasi melalui Unit Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Kendari.